Selasa, 08 Januari 2013

BK BELAJAR

PEMBANGKIT MOTIVASI DAN SEMANGAT

Bantu Siswa Meyakini Bahwa Keberhasilan Itu Suatu Yang Mungkin
            Otak Manusia, seperti halnya mesin, tidak akan bekerja pada tingkat efisiensi tertinggi bila ‘bensin’nya kurang, dipenuhi jegala, atau ada alat penting walau sederhana tapi hilang. Jika murid-murid Anda kenyang, mendapat perhatian orang tua yang memadai, secara emosional terkendali, dan berpendidikan baik, mungkin anda tidak akan hadapi masalah serius ketika Anda berusaha memberi motivasi kepada murid Anda untuk belajar. Namun , bila mereka lapar , lelah, menderita stress emosional, atau tidak pnya hubungan baik dengan orag tua maka murid di hadapan Anda adalah tantangan. Jangan putus asa. Apa yang Anda hadirkan untuk murid Anda sama pentingnya dengan apa yang dibawa murid-murid Anda ke dalam kelas.
Minta Tanggapan MUrid Sesering Mungkin
            Murid akan lebih mudah menurut bila mereka mendapat kesempatan memberikan tanggapan untuk pengajar tentang tingkat kesulitan, permintaan khusus atau pilihan, dan waktu yang diberikan untuk tiap tugas. Ada murid yang perlu diingatkan bahwa keritik membangun adalah saran untuk memperbaiki sesuatu. (Bila Anda diberi komentar main-main atau jahat, jangan semangati murid tersebut dengan menjawab mereka; simpan saja tanggapan tak berguna itu di tempat sampah ketika  Anda sendari).
Ajarkan Keterampilan Pencarian Solusi
            Murid yang berperilaku buruk sering tidak punya keterampilan pencarian solusi. Bukannya menganalisis situsi, mereka malam bereaksi dan bertindak menurut cetusan ide yang pertama kali keluar dari pikiran mereka. Sebelum para murid mengahadapi masalah pribadi secara efektif, maka mereka tak akan konsentarsi melaksanakan pelajaran yang anda ajarkan, jadi sebenarnya mengajarkan pencarian solusi akan bermanfaat bagi anda. Pada dasarnya,pencarian solusi,adalah sebuah lingkaran, seperti halnya membuat tujuan (goal). Kita bias ajarkan anak-anak cara menyelesaikan  masalah secara logis dengan mengajarkan langkah-langkah dalam lingkaran dan memberi kesempatan agar mereka berlatih mengatasi masalah.
DAFTAR PUSTAKA
Johnson  Louanne. (2008). Pengajaran Yang Kreatif dan Menarik. Jakarta: macanan jaya cemerlang.

Senin, 07 Januari 2013

BK PRIBADI


TEMPRAMEN, WATAK, DAN KEPRIBADIAN

            Tempramen adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan emosi (perasaan), misalnya pemarah, penyabar, periang, pemurung, introvert, ekstrovert, dan sebagainya. Sifat-sifat emosional adalah bawaan (warisan/turunan), sehingga bersifat permanen dan tipis kemungkinan untuk dapat berubah.
            Temperamen selalu menunjukan hubungan/perpaduan yang erat antara rohania dengan jasmaniah. Seseorang yang memiliki temperamen tinggi adalah seseorang yang mudah emosi (naik darah/marah) diiringi dengan gerakan-gerakan tangan, kaki , mata, mulut serta raut muka marah, pucat dan sebagainya. Sedangkan orang yang penyabar dengan wajah tenang, serta berbicara lambat, serta irama yang mantap.
            Watak (karakter, tabat) adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan nilai-nilai, misalnya jujur, pembohong, rajin, pemalas, pembersih, penjorok, dan sebagainya. Sifat-sifat itu bukan bawaan lahir, tetapi diperoleh setelah lahir, yaitu dari kebiasaan sejak kecil, atau sebagai hasil dari pengaruh pendidikan/lingkungan sejak kecil. Sifat-sifat seperti ini terbentuk terutama pada masa-masa anak-anak sampai umur lima tahun (balita), dan berkembang terus sampai masa sekolah dan remaja.
            Berbeda halnya dengan temperamen, yang yang sangat sukar dipengaruhi/diubah, maka wataknya besar kemungkinan sukar untuk diubah. Sifat jujur, pembohong, rajin, pemalas, percaya pada diri sendiri (optimis), pesimis, dan sebagainya,semua itu adalah hasil tempaan orang tua dan pengaruh lingkungan sejak kecil. Kepribadian adalah keseluruhan aspek yang terdapat di dalam diri seseorang, termasuk dalam tem-peramen dan watak. Di samping itu, termasuk juga ke delam kepribadian semua pola tingkah laku, kebiasaan, sikap, kecakapan, serta semua hal yang selalu muncul dari seseorang. Dengan demikian, kepribadian mengandung arti yang lebih luas dari temperamen dan watak adalah sebagian dari kepribadian.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu, Munawar Sholeh. Psikologi Perkembangan. Jakarta: RINEKA CIPTA. 2005.

BK PRIBADI


TIPE-TIPE KEPRIBADIAN DAN PERFORMANSI YANG DIHARAPKAN

            Suatu tinjauan perumusan yang diajukan dari seperangkat hipotesis tertentu penting performansi dikaitkan dengan orang dan masyarakat sekaligus, yaitu:
1.      Pemilihan Jabatan, Hasil Kerja, Kepuasan Kerja, dan Stabilitas Kerja
2.      Prestasi Akademik
3.      Performansi Kreatif
4.      Stabilitas Pribadi dan Perkembangan Pribadi

Pemilihan Jabatan, Hasil Kerja, Kepuasan Kerja, dan Stabilitas Kerja
            Pemilihan pekerjaan, stabilitas kerja, dan hasil kerja seseorang dapat disusun yang meliputi: (1) Arah pilihannya (arti pilihannya dalam bidang tertentu atau bermacam-macam pekerjaan) dan arah perubahan berikutnya, dan (2) Tingkat pilihan jabatan dan prestasi kerja yang diperoleh.
            Arah pilihan. Arah pilihan yang pertama pada seseorang dapat ditetapkan sebagaimana ia memilih salah satu dari enam rumpun jabatan yaitu dengan mudah dan tepat tipe kepribadian Realitas, Intelektual, Sosial, Konfensial, Enterprising, dan Artistik. Arah pilihan yang pertama (primer) adalah merupakan suatu fungsi dari sifat-sifat (karakteristik) yang dominan dengan pola-pola kepribadiannya (yaitu, tipe model yang palingmenyerupainya.
                                              
Prestasi Akademik
            Hal-hal yang lainnya seperti status social, ekonomi dan intelegensi yang sama, aspirasi pendidikan yang tinggi (sebagaimana diungkap dengan menulusuri tingkat akademis yang tertinggi) yang secara positif berhubungan dengan tipe model: Intelektual, Sosialn, Artistik, Konvensional, Enterprising, dan Realistis. Prestasi pendidikan (seperti yang ditunjukan dalam kelas) dan kepuasan dengan pelatihan dan kependidikan akan berhubungan dengan tipe-tipe yang diperkirakan sama.
                                      
Performansi Kreatif
            Dalam bidang seseorang akan ditentukan oleh ciri-ciri pola kepribadian yang dihuninya. Bagaimanapun ciri-ciri kepribadian yang dikuasai seseorang, peringkat profilnya yang tertinggi pada tipe Artistik dan Intelektual, lebih memungkinkan ia akan mengerjakan secara kreatif. Hipotesis ini bersandar pada perumusan dan fakta yang berkaitan, yang memberikan kesan bahwa tipe ini memiliki kecenderungan kreatif. Contoh, seseorang dengan pola Realitas-Intelektual-Artistik diharapkan melakukan pekerjaan bersifat asli dibandingkan orang dengan pola Realitas-Konvensional-Artistik-Intelektual.

Stabilitas dan Perkembangan Pribadi
            Karena jenis-jenis tipe berbeda dalam sejarah perkembangannya dan kedewasaan kepribadiannya, maka mereka mungkin mengalami perbedaan dalam penyimpangan perilaku. Diduga bahwa tipe Realitas (secara harfifah yaitu: Orientasi Realitas) adalah kurang tepat untuk mengembangkan atau memperkuat problem penyesuaian, sedangkan tipe Artistik (karena artistiknya sangat berkualitas) lebih memungkinkan. Beberapa fakta yang menopang hipotesis ini, sekalipun banyak sekali fakta yang saling bertentangan (Forer, 1948; German, 1958, dan Paterson, 1957).




DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu, Munawar Sholeh. 2005. Psikologi Perkembangan. Jakarta: RINEKA CIPTA.